Assalamu'alaikum ikhwan akhwat fillah.. :)
Di kesempatan kali ini saya akan membagikan artikel sekilas tentang Perempuan,atau lebih tepatnya istri yang baik itu adalah istri yang senantiasa berada di dalam rumah, menjaga dirinya, anak-anaknya, hartanya dan suaminya.
Di kesempatan kali ini saya akan membagikan artikel sekilas tentang Perempuan,atau lebih tepatnya istri yang baik itu adalah istri yang senantiasa berada di dalam rumah, menjaga dirinya, anak-anaknya, hartanya dan suaminya.
Kenapa sang istri tidak boleh keluar?
Ada sepenggal kisah menarik yang saya ambil dari kawan sebelah. Begini ceritanya :
Abang, aku mau kerja!”
“Jangan, lah. Kamu di rumah saja. Istri itu di rumah
tugasnya :)”
“Itu, tetangga kita, dia kerja!”
“Hehe …, dia itu guru, sayaang. Dia dibutuhkan banyak orang.
Yang membutuhkan kamu tidak banyak. Hanya Abang dan anak kita. Di rumah saja,
ya.”
“Itu…, tetangga kita yang satunya, yang sekarang sudah
pindah ke kampung sebelah, aku lihat dia kerja. Bukan guru. Tidak dibutuhkan
banyak orang.”
“Nanti, tunggu Abang meninggal dunia.”
“Apa-apaan sih?”
“Dia itu janda, sayaaaang. Suaminya meninggal satu setengah
bulan yang lalu. Makanya dia kerja.”
“Tapi kebutuhan kita makin banyak, Bang”
“Kan Abang masih kerja, Abang masih sehat, aku masih kuat.
Akan Abang usahakan, InsyaAllah.”
“Iya, aku tahu. Tapi penghasilan Abang untuk saat ini
tidaklah cukup.”
“Bukannya tidak cukup, tapi belum lebih. Mengapa Abang
bilang begitu? Karena Allah pasti mencukupi. Lagi pula, kalau kamu kerja siapa
yang jaga anak kita?”
“Kan ada Ibu! Pasti beliau tidak akan keberatan. Malah
dengan sangat senang hati.”
“Istri Abang yang Abang cintai, dari perut sampai lahir,
sampai sebelum Abang bisa mengerjakan pekerjaan Abang sendiri, segalanya
menggunakan tenaga Ibu. Abang belum ada pemberian yang sebanding dengan itu
semua. Sedikit pun belum terbalas jasanya. Dan Abang yakin itu tak akan bisa.
Setelah itu semua, apakah sekarang Abang akan meminta Ibu untuk mengurus anak
Abang juga?”
“Bukan Ibumu, tapi Ibuku, Bang?”
“Apa bedanya? Mereka berdua sama, Ibu kita. Mereka memang
tidak akan keberatan. Tapi kita, kita ini akan jadi anak yang tegaan.
Seolah-olah, kita ini tidak punya perasaan.”
“Jadi, kita harus bagaimana?”
“Istriku, takut tidak tercukupi akan rezeki adalah
penghinaan kepada Allah. Jangan khawatir! Mintalah pada-Nya. Atau begini saja,
Abang ada ide! Tapi Abang mau tanya dulu.”
“Apa, Bang?”
“Apa alasan paling mendasar, yang membuat kamu ingin
bekerja?”
“Ya untuk memperbaiki perekonomian kita, Bang. Aku ingin
membantumu dalam penghasilan. Untuk kita, keluarga kita.”
“Kalau memang begitu, kita buka usaha kecil saja di rumah.
Misal sarapan pagi. Bubur ayam misalnya? Atau, bisnis online saja. Kamu yang
jalani. Bagaimana? anak terurus, rumah terurus,
Abang terlayani, uang masuk
terus, InsyaAllah. Keren, kan?”
“Suamiku sayang, aku tidak pandai berbisnis, tidak bisa
jualan. Aku ini karyawati. Bakatku di sana. Aku harus keluar kalau ingin
menambah penghasilan.”
“Tidak harus keluar. Tenang, masih ada solusi!”
“Apa?”
“Bukankah ada yang lima waktu? Bukankah ada Tahajud?
Bukankah ada Dhuha? Bukankah ada sedekah? Bukankah ada puasa? Bukankah ada
amalan-amalan lainnya? Allah itu Maha Kaya. Minta saja pada-Nya.”
“Iya, Bang, aku tahu. Tapi itu semua harus ada ikhtiar
nyata.”
“Kita ini partner, sayang. Abanglah pelaksana ikhtiarnya.
Tugas kamu cukup itu. InsyaAllah jika menurut Allah baik, menurut-Nya kita
pantas, kehidupan kita pasti akan berubah.”
“Tapi, Bang?!”
“Abang tanya lagi…, kamu ingin kita hidup kaya, apa berkah?”
“Aku ingin kita hidup kaya dan berkah.”
“Kalau begitu lakukan amalan-amalan tadi. InsyaAllah kaya
dan berkah.”
“Kalau tidak kaya?”
“Kan masih berkah? Dan…, tahu apa yang terjadi padamu jika
tetap istiqomah dengan itu?”
“Apa, Bang?
“Pilihlah pintu surga yang mana saja yang kamu suka. Dan
kamu, menjadi sebenar-benarnya perhiasan dunia.
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita (istri) itu
telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya
dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga
berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya),” (HR. Ahmad, Ibnu
Hibban dan Thabrani).
“Dunia adalah
perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita
sholehah” [H.R. Muslim]
Istriku kita adalah dua beda yang saling melengkapi satu sama lain, kamu tidak perlu capai menjadi wanita karir, kamu telah menjadi wanitaku dan bersamamu aku selalu punya alasan untuk bersemangat mencari berkah di dalam pekerjaanku :)
Cukup support aku dengan bantuan pendapatmu dan do"a di setiap hela nafasmu :)
"Baikmu di dalam Rumahmu".
Wallahu'alamu bishhoab..
Wassalamu'alaikum Wr, Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar